Prolog: Kepergian yang Pahit dari Tanah Hindia Tahun 1950, lima tahun setelah Indonesia meraih kemerdekaannya, Hendrik van Deventer berdiri gemetar di beranda rumah megah miliknya. Sebelumnya, ia mendesain rumah ini khusus untuk putri semata wayangnya, Anneke van Deventer. Namun kini, rumah itu terasa seperti kuburan besar. Surat pengusiran dari pemerintah Indonesia tergenggam erat di tangannya. Oleh karena itu, ia harus meninggalkan tanah yang sudah menjadi rumahnya selama …
Read More »
Lintaszaman Portal Digital Perjalanan Waktu